TOT PM-AAS DI DOMPU PERKUAT PERAN PENYULUH KAWAL MODERNISASI PERTANIAN
Penyuluh pertanian memegang peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani menerapkan inovasi dan teknologi pertanian di lapangan. Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Dompu, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mengawal implementasi PM-AAS sebagai salah satu program strategis Kementerian Pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, mewakili Kepala BRMP NTB, Kepala Bagian Tata Usaha BRMP NTB, Muhammad Yasin, S.P., M.M., menyampaikan bahwa PM-AAS merupakan inovasi pertanian modern yang diadopsi dari praktik pertanian maju dan telah diimplementasikan di 15 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu lokasi percontohan di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.
Menurutnya, keberhasilan penerapan PM-AAS di NTB mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian sehingga program ini terus diperluas secara nasional. PM-AAS merupakan penyempurnaan sistem tanam jajar legowo dan tabela yang dipadukan dengan mekanisasi serta teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menekankan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak keberhasilan setiap program pembangunan pertanian. Menurutnya, keberhasilan adopsi inovasi sangat bergantung pada kemampuan penyuluh dalam memahami, meyakini, mengimplementasikan, dan mendampingi petani hingga teknologi benar-benar memberikan manfaat di lapangan.
Beliau juga mengajak seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi serta memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam pengelolaan irigasi, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan petani secara berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, peserta TOT dibekali berbagai materi teknis, meliputi teknologi PM-AAS, petunjuk teknis penyusunan CPCL dan pelaporan PM-AAS, target dan progres tanam PM-AAS Kabupaten Lombok Utara, serta evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juli dan persiapan target Agustus.
Sebagai bentuk penguatan pembelajaran, tim BRMP NTB bersama melakukan kunjungan lapangan ke lokasi penerapan PM-AAS di Kabupaten Dompu. Peninjauan ini bertujuan melihat secara langsung implementasi teknologi PM-AAS, mengevaluasi kesesuaian penerapan di lapangan, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi petugas pendamping dan petani.
Menutup acara PJ kegiatan PM-AAS untuk Dompu berharap seluruh peserta memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam mengawal implementasi PM-AAS di Kabupaten Lombok Utara, sehingga dapat memperkuat pendampingan dan pelaksanaan PM-AAS di lapangan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan mendukung percepatan program strategis Kementerian Pertanian